Red Orchid Collection

Monday, 17 March 2014

Sejarah Pendidikan Jurnalistik di Indonesia

Jurnalistik berasal dari kata Jurnalisme yang artinya adalah Kegiatan yang dilakukan oleh wartawan guna mengumpulkan dan mengolah berita (menyiapkan, mengedit, dan menulis) untuk kemudian dimuat di surat kabar/media lainnya.

Sejak tahun 1961 hingga 1986 banyak pakar Jurnalis yang mengutarakan pendapat mengenai arti istilah jurnalistik, seperti : F. Fraser Bond, Adinegoro, Onong Uchjana Effendy, Shadily, Djen Anwar (PU harian Indonesia Express), A.W Widjaya.

Di Indonesia, awal mula Pendidikan Jurnalistik dikenal sebagai Pendidikan Publisistik yang artinya Pendidikan Ilmu Persuratkabaran. Karena bagaimanapun surat kabar merupakan media yang pertama dikenal karena teknologi pertama yang sudah ada, hingga sampai saat ini surat kabarpun sudah lebih bervariatif bahkan memiliki target yang berbeda-beda.

Setelah surat kabar, media yang muncul sebagai media jurnalistik antara lain Media Cetak (Majalah, majalah berita, Pamflet, Baliho), Media Elektronik (TV, Radio, dll),  juga melalui Media Massa secara langsung(antarpersonal) karena adanya berbagai macam media penyampaian publikasi dan jurnalistik maka nama Persuratkabaran berganti menjadi Ilmu Komunikasi.

Kemudian pada dunia Jurnalistik terdapat istilah Pers yang dalam bahasa Inggris yaitu press artinya adalah mesin cetak. Dalam jurnalistik, pers adalah lembaga yang memiliki berkegiatan melayani dan melindungi masyarkat dalam hal yang menyangkut kegiatan bidang komunikasi (massa, elektronik, dll). Pers sebagai wadah komunikasi massa untuk melaksanakan kegiatan jurnalistik dalam mencari, memperoleh, memiliki, menyimpanm mengolah dan menyampaikan informasi yang didapat melalui berbagai macam media.

Berdasarkan Undang Undang Pokok Pers Bab II pasal 3 tetang Asas, Fungsi, Hak dan Kewajiban serta Peranan Pers, ada 3 fungsi utama pers, antara lain : memberikan informasi, hiburan, dan melaksanakan control social.

Pendidikan Jurnalistik saat ini menjadi salah satu pilihan favorit generasi muda di Indonesia, melihat dari pesatnya perkembangan media elektronik dan media massa di Indonesia yang sangat bervariatif dan bersaing secara kompetitif.

No comments:

Post a Comment