Red Orchid Collection

Monday, 7 April 2014

Lirik Iwan Fals - Wakil Rakyat (Dalam Rangka Pemilu 09 April 2014)

Surat Buat Wakil Rakyat
Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Disana di gedung DPR

Wakil rakyat kumpulan orang hebat
Bukan kumpulan teman teman dekat
Apalagi sanak famili

Dihati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Dikantong safarimu kami titipkan
Masa depan kami dan negeri ini
Dari Sabang sampai Merauke

Saudara dipilih bukan di lotere
Meski kami tak kenal siapa saudara
Kami tak sudi memilih para juara
Juara diam juara he eh juara hahaha

Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Disana di gedung DPR

Dihati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”

By Iwan Fals

Difusi Inovasi Penggunaan Kakus

Strategi dalam mendifusikan inovasi perlunya jamban bagi kesehatan masyarakat yang tidak terbiasa menggunakan jamban, antara lain :
  1. Membuat slogan-slogan yang di publikasikan melalui media yang dipasang didaerah-daerah atau kawasan pemukiman dimana masyarakatnya tidak terbiasa menggunakan kakus.
  2. Mengundang kerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan sosialisasi melalui penjabaran proses pembuangan ampas tubuh manusia (BAB) jika tidak dibuang sesuai pada saluran yang dianjurkan.
  3. Menjelaskan manfaat apabila menggunakan kakus sesuai dengan testimoni yang telah dirasakan oleh masyarakat didaerah lain yang awalnya belum menggunakan dan sudah menggunakan kakus, sehingga dapat mudah diterima bahkan mempengaruhi masyarakat yang mendapat pesan inovasi untuk menggunakan kakus.
  4. Memberikan praktek langsung dengan cara memberikan/merancangkan saluran kakus umum yang sehat dan bersih pada daerah pemukiman yang tidak biasa menggunakan kakus(jamban).
  5. Memberikan informasi cara dan praktek bagaimana untuk menggunakan kakus dengan baik dan bijak sesuai dengan kegunaan kakus.
  6. Memberikan informasi apa yang akan terjadi apabila tidak menggunakan kakus untuk membuang air besar pada daerah pemukiman. Karena bagaimanapun harus dijelaskan bahwa buang air besar tidak sesuai pada tempatnya dan tidak menggunakan kakus akan mempengaruhi tanah dan air yang ada pada kawasan tersebut. Pencemaran air bersih dan munculnya segala penyakit juga tentu akan terjadi.
  7. Memberi waktu (mis. 2/3 bulan) pada masyarakat setempat untuk berkesempatan menggunakan kakus umum tersebut.
  8. Kembali mengumpulkan masyarkat wilayah pemukiman tersebut dan memberi seminar tentang Apa manfaat jamban pada masyarakat, dan menanyakan testimoni/respon dari masyarakat yang telah menggunakan kakus didaerah tersebut.
  9. BIASAKANLAH MENGGUNAKAN KAKUS
     
    KAKUS SEHAT, AIR DAN TANAH KUAT !

  10. Membantu masyarakat yang tidak mampu untuk membuat kakus dengan membangun kakus umum yang sehat sehingga dapat digunakan bersama.
Adapun informasi yang harus kita sosialisasikan perihal manfaat menggunakan Kakus antara lain :
Menurut Depkes RI (2004), terdapat beberapa syarat Jamban Sehat, antara lain :
  1. Tidak berbau dan tinja tidak dapat dijamah oleh serangga maupun tikus.
  2. Tidak mencemari sumber air minum, letak lubang penampung berjarak 10-15 meter dari sumber air minum.
  3. Cukup luas dan landai/miring ke arah lubang jongkok sehingga tidak mencemari tanah di sekitarnya.
  4. Mudah dibersihkan dan aman penggunannya.
  5. Dilengkapi dinding dan atap pelindung, dinding kedap air dan berwarna.
  6. Cukup penerangan
  7. Lantai kedap air
  8. Ventilasi cukup baik
  9. Tersedia air dan alat pembersih.
Jamban berfungsi sebagai pengisolasi tinja dari lingkungan. Jamban yang baik dan memenuhi syarat kesehatan akan menjamin beberapa hal, yaitu :

  1. Melindungi kesehatan masyarkat dari penyakit
  2. Melindungi dari gangguan estetika, bau dan penggunaan saran yang aman
  3. Bukan tempat berkembangnya serangga sebagai vektor penyakit
  4. Melindungi pencemaran pada penyediaan air bersih dan lingkungan 

Friday, 21 March 2014

Happy Birthday~

Ni de Shengri Kuaile~


21th March 2014,

21 tahun yang lalu pula kehidupanku dimulai dari jeritan bayi mungil yang terlahir di tengah malam.
Nama cantik yang disandangkan padaku membangunku dan melekat padaku hingga saat ini.
Terimakasih atas limbahan sayang serta belaian sayang yang selalu menuntunku hingga saat ini.

Syukur selalu kupanjatkan atas segala berkah yang kuterima hingga detik ini, saat ini ku masih bisa bernafas, tersenyum, tertawa, menangis, dan bercana dengan sekitarku.

Melengkapi hidupku pula adanya sosok lelaki yang amat bijaksana selalu memperhatikan dan menyayangiku dengan sepenuh hati, lelaki yang selalu dapat memberiku senyuman dan membuatku tersenyum dan tertawa. Penghapus lara dan gundah muncul dalam hidupku. Bangga dan beruntungnya kami~ 
Love you so much, I believe you has been have my rib~

I'm so thanksfull till today~



HAPPY TWENTYFIRST~


Thursday, 20 March 2014


Public Speaking

Something I like and something I want.
Ilmu yang saya rasa memang perlu kita pelajari, hal terpenting dari proses komunikasi, terutama komunikasi didepan umum dan pada khalayak luas.
Dengan menguasai dan mengetahui mengenai Public Speaking tentu kita akan lebih percaya diri dan berhasil dalam mengkomunikasikan sesuatu.
Hal itu dapat dinilai dari bagaimana seorang Komunikator dapat berbicara dengan percaya diri didepan khalayak banyak, dapat memilih kata-kata yang indah, berseni tetapi mudah dipahami oleh komunikan.

Nothing to Lose to Learn about Communication Public Speaking



Wednesday, 19 March 2014

Public Speaking Modul 1

  1. Perspektif yang mendasari munculnya pengertian komunikasi antara lain karena :
a.       Behavioristik à Menekankan pada hubungan antara rangsangan dari seseorang yang ditujukan pada penerima rangsangan.
b.      Transmisi Informasi à Transfer informasi pada penerima pesan yang dapat diteliti dari media, waktu, sekuen, dan berita.
c.       Inteà Saling respon antara komunikator dan komunikan.
raksi
d.      Transaksi à merupakan pengalaman dan pemahaman dapat diletakkan pada konteks, proses, dan fungsi komunikasi
  1. Pengertian Komunikasi menurut pendapat
a.       Wilbur Schramm à Menyamakan persepsi dengan orang lain sesuai dengan kerangka acuan (panduan dan pengertian) dengan cara penyampaian dan penerimaan informasi komunikator pada komunikan juga saling berbagi informasi, gagasan dan sikap.
b.      Charles H Cooley à Mengadakan hubungan antarmanusia dan mengembangkan lambang/pikiran melalui keleluasaan.
c.       Aristoteles à Dianggap komunikasi yang manusiawi  apabila komunikator dapat memberikan pesan yang persuasive ketika berpidato.
d.      Isocrates à Ilmu berbicara dengan dialog kebenaran yang akan timbul dengan sendirinya.
e.      Georgias à Kebenaran pendapat yang dapat dibuktikan jika tercapai demi keindahan bahasa.
  1. Apa yang dimaksud dengan proses komunikasi ? Dan apa komponen Komunikasi menurut Harold D Lasswell ?
Proses Komunikasi adalah peristiwa/langkah mulai dari penciptaan komunikasi yang terdapat komponen komunikasi sampai saat informasi tersebut dipahami.
Komponen Komunikasi menurut Harold D Lasswell antara lain : Who(siapa komunikator), says what(apa yang disampaikan), in which channel(melalui media apa), to whom (komunikan), with what effect(respon apa yang ingin didapatkan)
  1. Macam-macam Feedback :
a.       External feedback à respon langsung dari komunikan
b.      Internal feedback à respon balik dari komunikator pada komunikan
c.       Direct feedback à respon langsung saat proses penyampaian
d.      Indirect feedback à Respon tidak langsung (kritik, saran, usul, dan masukan lainnya setelah proses komunikasi)
e.      Inferential feedback à respon yang disimpulkan sendiri oleh komunikator.
f.        Zero feedback à respon tidak dapat dimengerti oleh komunikator.
g.       Negative feedback àrespon negative yang menyatakan ketidaksetujuan pada komunikator
h.      Positive feedback à resepon positif sesuai dengan yang diinginkan komunikator
i.         Neutral feedback à respon yang tidak ada hubungannya dengan apa yang disampaikan komunikator.
  1. Faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi :
a.       Komunikator yang menjadi sumber utama penyampaian pesan serta ketrampilannya dalam menyampaikan pada komunikan.
b.      Pesan yang disampaikan (Daya tarik pesan, kesesuaian dengan kebutuhan komunikan, pengalaman pengirim dan penerima pesan, peran pesan dlm memenuhi kebutuhan pesan)
c.       Komunikan yang menerima pesan harus dilihat dari beberapa aspek, seperti kemampuan untuk menafsirkan pesan, dapat menyadari bahwa pesan yg disampaikan memenuhi kebutuhan, dan ada perhatian dari komunikan atas pesan yang diterima.
d.      Konteks merupakan bagian penting mengenai setting dan lingkungan yang nyaman, kondusif dan menunjang berhasilnya komunikasi tersebut.

e.      Sistem penyampaian, yang berkaitan dengan metode dan media yang sesuai dengan indra penerima pesan yang akan menunjang keberhasilan komunikasi.

Tuesday, 18 March 2014

My Lecturing

Mata Kuliah Semester 1 :

1. MKDU4110 - Bahasa Indonesia
2. MKDU4107 - Bahasa Inggris I
3. SKOM4103 - Hubungan Masyarakat
4. MKDU4221 - Pendidikan Agama Islam
5. MKDU4111 - Pendidikan Kewarganegaraan
6. SKOM4101 - Pengantar Ilmu Komunikasi
7. ISIP4212 - Pengantar Ilmu Politik
8. SKOM4314 - Perencanaan Pesan dan Media

Mata Kuliah Semester 2 :

1. ISIP4110.03 - Pengantar Sosiologi
2. ISIP4111.02 - Asas-asas Manajemen 02
3. ISIP4112.02 - Pengantar Ilmu Ekonomi
4. ISIP4131.02 - Sistem Hukum Indonesia
5. ISIP4211.02 - Logika I
6. ISIP4215.03 - Pengantar Statistik Sosial 03
7. MKDU4109.04 - Ilmu Sosial dan Budaya 04
8. SKOM4206 - Perencanaan Program Komunikasi 01

Mata Kuliah Semester 3 :

1. ISIP4216.04 - Metode Penelitian Sosial 04
2. SKOM4204.01 - Teori Komunikasi
3. SKOM4205.01 - Sosiologi Komunikasi Massa
4. SKOM4209.01 - Bahasa Inggris II
5. SKOM4328.01 - Komunikasi Pemasaran
6. SKOM4432.02 - Komunikasi Bisnis
7. SKOM4439.02 - Hukum Media Massa II

Mata Kuliah Semester 4 :

1. SKOM4312 - Public Speaking
2. SKOM4316 - Komunikasi Inovasi
3. SKOM4323 - Filsafat dan Etika Komunikasi 01
4. SKOM4330 - Teknik Mencari dan Menulis Berita
5. SKOM4326 - Komunikasi Persuasif 01
6. SKOM4321 - Opini Publik

Well DONE !

JIAYOU ! ^^9

Monday, 17 March 2014

Sejarah Pendidikan Jurnalistik di Indonesia

Jurnalistik berasal dari kata Jurnalisme yang artinya adalah Kegiatan yang dilakukan oleh wartawan guna mengumpulkan dan mengolah berita (menyiapkan, mengedit, dan menulis) untuk kemudian dimuat di surat kabar/media lainnya.

Sejak tahun 1961 hingga 1986 banyak pakar Jurnalis yang mengutarakan pendapat mengenai arti istilah jurnalistik, seperti : F. Fraser Bond, Adinegoro, Onong Uchjana Effendy, Shadily, Djen Anwar (PU harian Indonesia Express), A.W Widjaya.

Di Indonesia, awal mula Pendidikan Jurnalistik dikenal sebagai Pendidikan Publisistik yang artinya Pendidikan Ilmu Persuratkabaran. Karena bagaimanapun surat kabar merupakan media yang pertama dikenal karena teknologi pertama yang sudah ada, hingga sampai saat ini surat kabarpun sudah lebih bervariatif bahkan memiliki target yang berbeda-beda.

Setelah surat kabar, media yang muncul sebagai media jurnalistik antara lain Media Cetak (Majalah, majalah berita, Pamflet, Baliho), Media Elektronik (TV, Radio, dll),  juga melalui Media Massa secara langsung(antarpersonal) karena adanya berbagai macam media penyampaian publikasi dan jurnalistik maka nama Persuratkabaran berganti menjadi Ilmu Komunikasi.

Kemudian pada dunia Jurnalistik terdapat istilah Pers yang dalam bahasa Inggris yaitu press artinya adalah mesin cetak. Dalam jurnalistik, pers adalah lembaga yang memiliki berkegiatan melayani dan melindungi masyarkat dalam hal yang menyangkut kegiatan bidang komunikasi (massa, elektronik, dll). Pers sebagai wadah komunikasi massa untuk melaksanakan kegiatan jurnalistik dalam mencari, memperoleh, memiliki, menyimpanm mengolah dan menyampaikan informasi yang didapat melalui berbagai macam media.

Berdasarkan Undang Undang Pokok Pers Bab II pasal 3 tetang Asas, Fungsi, Hak dan Kewajiban serta Peranan Pers, ada 3 fungsi utama pers, antara lain : memberikan informasi, hiburan, dan melaksanakan control social.

Pendidikan Jurnalistik saat ini menjadi salah satu pilihan favorit generasi muda di Indonesia, melihat dari pesatnya perkembangan media elektronik dan media massa di Indonesia yang sangat bervariatif dan bersaing secara kompetitif.